Sunday, June 17, 2018

Kisah Masjid Menara Kudus yang Pernah Dicetak di Uang Kertas Rp 5.000


KUDUS, KOMPAS.com - Keistimewaan Masjid Menara Kudus di Kelurahan Kauman, Kecamatan Kudus, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, bukan isapan jempol belaka. ‎Masjid yang didirikan oleh Sunan Kudus atau Sayyid Ja'far Shadiq Azmatkhan pada tahun 956 Hijriah atau 1549 Masehi menyisakan nilai historis yang tinggi. ‎ ‎Menara di masjid yang juga kerap disebut Masjid Al Aqsha ini difungsikan oleh Sunan Kudus sebagai tempat mengumandangkan azan dan tempat untuk memukul beduk setiap kali bulan Ramadhan datang. ‎ Baca juga: Masjid Menara Kudus, Saksi Hidup Toleransi dari Masa ke Masa (1) ‎ Karena tingginya filosofi yang terkandung di dalamnya, menara yang konon merupakan menara masjid tertua di wilayah Jawa tersebut kini dijadikan sebagai landmark Kabupaten Kudus. Masjid Menara Kudus di Kelurahan Kauman, Kecamatan Kudus, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Rabu (30/5/2018) sore.(KOMPAS.com/PUTHUT DWI PUTRANTO) Sepak terjang Sunan Kudus yang menggunakan pendekatan kultural dalam berdakwah meninggalkan ciri khas akulturasi budaya antara Hindu-Islam pada Masjid Menara Kudus. Sunan Kudus juga menekankan kepada umat pada saat itu untuk mengutamakan toleransi dengan umat beragama lainnya dalam kehidupan sehari-hari, misalnya melarang umat menyembelih sapi yang adalah hewan suci bagi umat Hindu.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kisah Masjid Menara Kudus yang Pernah Dicetak di Uang Kertas Rp 5.000 (2)", https://regional.kompas.com/read/2018/06/16/09300971/kisah-masjid-menara-kudus-yang-pernah-dicetak-di-uang-kertas-rp-5000-2?page=all
Penulis : Kontributor Grobogan, Puthut Dwi Putranto Nugroho
Editor : Caroline Damanik

No comments:

Post a Comment